presentasi tentang pendidikan yang berkualitas

pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang menarik, jauh dari kebosanan. untuk lebih lengkapnya silahkan download presentasi di bawah ini:

http://imzupload.com/files/6/yw9qco9nxhsfse/Pendidikan yang berkualitas.pptx

Iklan

Menjadi Ikhwan/Akhwat

menjadi ikhwan/akhwat/akhwat, adalah memutuskan utk menantang badai, atau deru kerikil beterbangan,,

hingga bercucuran darah yg nantinya menetes, juga peluh…

menjadi ikhwan/akhwat/akhwat, adalah memutuskan utk menjadi permata yakut ditengah butir2 kelam kerikil kotor,

menjadi putih ditengah gemerlap warna-warna, menjadi bintang ditengah langit malam ktika tak ada satupun yg membawa terang…

menjadi ikhwan/akhwat, berarti memutuskan mengikat diri pd millah sang Rasul,

menggigitnya erat, dgn semua yg akan terkonsekuensikan nantinya…

menjadi ikhwan/akhwat, adalah memutuskan utk menjadi orang yg terasing,

menjadi bulan ktika semua orang menghendaki jadi bintang,

memilih jalan hutan ktika semua orang lebih senang lewat jalan raya,

menjadi yg terjaga lebih awal ktika yg lain lebih memilih menelungkupi mimpi…

menjadi ikhwan/akhwat, berarti memutuskan utk terus menghadirkan Allah dlm hati,

dlm stiap detak jantung juga denyut nadi…

menjadi ikhwan/akhwat, adalah memutuskan utk menganggap dunia sebagai penjara,

lalu lebih senang mengejar surga ktika semua orang masih terbutakan dunia..

memilih utk ditertawakan manusia,

tapi dirindukan dan dielu-elukan penduduk langit,

menjadi ikhwan/akhwat, berarti memutuskan utk menyederhana dan bersahaja,

bahagia dengan yg sedikit dan sebagian saja…

menjadi ikhwan/akhwat, adalah memutuskan utk memotong rantai kejahiliyahan,

lantas melejit tinggi dengan ilmu yg berkeimanan,

meletak diatas batas sana pungguk itu pun dapat menggapai bulan,

semuanya dalam batasan yg disyariatkan,

menjadi ikhwan/akhwat, berarti memutuskan utk menyelimuti akal dengan iman,

membuatnya lebih benderang ketika banyak orang beranggapan malah mengekang…

menjadi ikhwan/akhwat, adalah memutuskan utk selalu maju ke depan,

ktika banyak orang selalu punya pertimbangan utk melangkah ke belakang,

bukannya tidak memikirkan dengan matang,

tapi itulah semangat keimanan,

menjadi ikhwan/akhwat, berarti memutuskan utk merobek halaman bertuliskan menyerah dari kamus hidupnya,

juga kata lain yg senada atau semakna dengannya,

lalu biarkan tangannya meraih yg bisa diraihnya…

menjadi ikhwan/akhwat, adalah memutuskan utk memuliakan ibu diatas ayahnya,

mengais surga dibawah kakinya, ktika semua orang lupa akan jasa bertahun-tahunnya,

mengecup nafas cintanya dengan penuh takzhim kehormatan,

lalu doa itupun menjadi amal jariyah berkepanjangan..

menjadi ikhwan/akhwat, berarti memutuskan utk menjadikan ibu sebagai orang yang paling sering disapa, juga ayah, hingga tiap doanya benar2 menembusi diri kita…

menjadi ikhwan/akhwat, adalah memutuskan utk menanggalkan cinta dari selainNya,

setidaknya yg paling dimaklumi menjadikan yg selainnya itu bentuk cinta padaNya,

lalu kita jemput cintaNya dengan berlari sekencangnya,

karena Dia akan lebih cepat dari itu dalam menyambut yg menujuNya

menjadi ikhwan/akhwat, berarti memutuskan utk menjemput yg dipersiapkan dengan kesabaran dan perbaikan,

karena roti mahal didalam etalase itu hanya dpt di beli oleh yg punya lembaran berharga lebih banyak…

.:: begitulah, karena dalam kerangka pikir “kami”, menjadi ikhwan/akhwat, adalah menjadi mukmin sejati ::.

Beristighfarlah

Oleh . abdul fakir (bangjobabel)

Seorang laki-laki singgah di suatu padang pasir tandus bersama hewan tunggangannya yang membawa makanan dan minuman. Ia lalu merebahkan kepalanya hingga tertidur pulas. Saat terjaga, hewan tunggangannya itu ternyata telah hilang.

Ia pun mencarinya hingga merasa sangat lapar dan haus. “Lebih baik aku pulang saja ke tempatku semula dan tidur sampai aku mati,” ujar laki-kali itu.

Lantas ia pun meletakkan kepala di atas lengannya sambil menanti kematiannya. Saat terjaga dari tidurnya, ia kembali mendapati hewan tunggangan beserta makanan dan minumannya yang masih utuh. Laki-laki itu pun merasa sangat gembira dan bahagia tiada tara.

Setelah mengisahkan cerita di atas, Rasulullah SAW lalu bersabda, “Sungguh Allah lebih gembira terhadap tobat hamba-Nya yang beriman daripada kegembiraan orang tersebut terhadap kendaraan dan bekalnya.” (HR Ibnu Masud dan Anas).

Tobat adalah kunci untuk menempuh perjalanan menuju rida Allah SWT. Sang Khalik berfirman, “Sungguh Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan mencintai orang yang menyucikan diri (QS Albaqarah [2]:222). Rasulullah bersabda, “Orangorang yang bertobat adalah kekasih Allah dan orang-orang yang bertobat dari dosa adalah seperti orang yang tak berdosa.

Menurut Al-Ghazali, hakikat tobat adalah kembali menuju jalan yang diridhai Allah. Diawali dengan keyakinan iman bahwa dosa-dosa itu adalah racun yang membinasakan, kemudian memengaruhi perilaku dengan perasaan takut dan penyesalan terhadap apa yang telah dilakukan, dan kesiapan untuk meninggalkannya serta tak meng-ulangnya kembali.

Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya hatiku ini diliputi oleh syahwat sehingga aku memohon ampun (beristigfar) kepada Allah SWT dalam sehari semalam sebanyak tujuh puluh kali.” Delapan tahun terakhir, negara kita tak henti-hentinya ditimpa berbagai bencana, mulai dari tsunami, gempa bumi, meletusnya gunung berapi, banjir, longsor, kebakaran hutan, pesawat jatuh, kapal laut tenggelam, tabrakan kereta api, gagal panen, dan musibah lainnya.

Ribuan jiwa meninggal dunia dan kerugian lainnya yang bila dihitung secara material begitu banyak hingga akhirnya memengaruhi kehidupan ekonomi, sosial, dan politik. Menjelang awal tahun 2011 M dan mengawali tahun baru 1432 H, marilah kita bermuhasabah, introspeksi diri, dan istighfar nasional secara bersama-sama tanpa menyalahkan siapa pun. Barangkali apa yang kita lakukan selama ini terdapat hal-hal yang kurang diridhai Allah SWT.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim [14]:7).

Marilah kita songsong kegembiraan Allah SWT yang selalu menerima tobat hamba-Nya dengan kalimat istighfar secara nasional.

Sudahkah kita bersyukur

“…Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan”. (QS: Al-Baqarah:164).

coba kita renungkan ayat ini, sudahkah kita bersyukur ?

Apa yg sudah kita lakukan sebagai hambanya? perbuatan ma’ruf atau munkar yg banyak kita lakukan?

coba kita mulai renungkan, setiap pagi setelah sholat tahajud dan subuh?

Setiap hari ketika kita mengucapkan: ” Rhoditu Billahi Robba wa Bill islami diina Wa bi muhammadin nabiyya wa rosuula” apakah itu benar terucap dari hati kita yg paling dalam?

Seorang sahabat telah mengingatkanku…

dan sekarang aku ingin mengingatkan sahabat-sahabatku…

SALAM UKHUWAH , Keep ISTIQOMAH

TIMNAS KU SAYANG TIMNAS KU MALANG

walau kalah, tetap!!, rasa persatuan dan patriotisme kita lahir kembali
satu hal yang membuat terharu, membanggakan…rasanya seperti baru meraih kemerdekaan dan rasa kebersamaan yang telah lama mati.

rasanya kalo begini terus, kita akan jaya, negara kita akan maju, dan lahir menjadi kekuatan paling heterogen di atas bumi ini

BRAVO TIMNAS, terima kasih atas inspirasimu.

Memaknai Kekalahan

Sudah bisa dipastikan Indonesia menjadi runner up di piala AFF taon 2010 ini. Kalah mengenaskan dari tim negeri tetangga yang di fase grup kita pecundangi.

Pelatih, pemain, panitia, supporter semua sudah berjuang keras. Terima kasih untuk itu. Sudah maksimalkah? Belum! Buktinya kita masih kalah.
Memang maksimal sendiri bukan berarti juara. Titik maksimal yang saya maksud adalah dimana kita bisa menyikapi setiap kejadian dengan sikap terbaik kita.

udah gak jaman pake slogan “kekalahan adalah kemenangan yang tertunda”! yang bener kekalahan adalah kemenangan yang tidak tercapai!

INGAT!! Sikapi semua dengan sikap terbaik kita. Kalah, berarti mainnya belum bagus (buktinya masih kalah). Rusuh, berarti masih norak. Kita jalankan saja peran kita masing2. Yang jadi pemain ya latihan yang bener, makan yg bagus, istirahat yg cukup. Gak perlu kunjungan2 ke pejabat/parpol, gak perlu wawancara infotainment,gak perlu ikutan ngumpul slametan. Bukannya gak beriman gan, tapi brasil dan spanyol jadi juara dunia tanpa ngadain slametan gan. Fokus aja ke perannya masing2.
Yang jadi supporter ya nyemangatain & ngedoain aja. Do not over reacted!

Buat para komentator, media dan orang2 di luar sana yang bisanya cuma nyalahin, kita istighfar sama2 ya! koreksi diri, berpikir sehat, berbesar hati.

Kita gak bisa memaksakan hasilnya sesuai keinginan kita, tapi kita bisa memaksakan diri untuk menyikapi apapun hasilnya dengan sikap terbaik kita.

Garuda didadaku…Garuda kebanggaanku ku yakin hari lain pasti menang!

PRESENTASI SISWA MENUJU PENDIDIKAN YANG BERKUALITAS

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

A. Pendahuluan :
Menurut : Radno Harsanto, MSi
Suatu system pendidikan dikatakan berkualitas apabila : a. Proses pembelajarannya menarik b. Prosesnya Menantang c. Hasilnya menunjukkan perubahan kea rah kemajuan.
Metode Presentasi merupakan proses yang menarik dan menyenangkan (tidak ngantuk) juga menantang, Insya Allah akan menuju kea rah perubahan positif.

Segala sesuatu akan cepat diterima, meresap dan dihayati apabila peserta didik merasa dihargai .
Dengan cara berperan aktif sebagai presentator siswa akan sangat merasa dihargai

UNESCO mencanangkan :
Empat Pilar Pendidikan : Learning to know ( ), to do ( ), to be ( ), to live together ( ).
Jadi Bukan jamannya lagi system satu arah dalam pembelajaran, justru siswa harus menjadi pusat pembelajaran .
System presentasi menuju kearah siswa sebagai pusat pembelajaran, dan guru sebagai pewarna atau sebagai rujukan saja.

Teknik menghapal yang mudah masuk dan dapat dicerna secara cepat adalah apabila kita belajar (membaca) untuk disampaikan lagi kepada orang lain.
Dan penugasan membaca untuk dipresentasikan merupakan hal yang cocok dengan metode tersebut.

B. Arti Presentasi siswa : Siswa mempresentasikan hasil pemikirannya di hadapan siswa yang lain.
C. Mengapa harus presentasi siswa : Keunggulan : 1. Ilmu 2. Mental 3. Pengalaman 4. dll
D. Persiapan Pengetahuan Siswa : Sebelum presentasi di tugaskan untuk membaca buku, sebagai bahan presentasi ( ilmunya akan lebih banyak )
E. Teknis Presentasi siswa
a. – Tugas membaca ( bisa dirangsang dengan memberikan tugas pertanyaan kepada siswa agar dicari dari buku ).
– Guru menjelaskan dalam waktu tertentu (jika tidak ada tugas membaca)
b. Tugas membuat skema presentasi di kertas selembar (Tema dari pertanyaan-pertanyaan yang telah diberikan)
c. Mempresentasikan di depan kelas (sebelum ada alat modern (laptop dan in focus) maka presentasi di lakukan dengan media kertas yang dipasang di depan kelas.
d. Tanya Jawab, dibatasi berapa pertanyaan ( Guru terlibat untuk ikut menjawab)
e. Membuat laporan hasil presentasi ( Pengembangan dari skema yang dibuat )
F. Penilaian.
a. Nilai yang hadir saja.
b. Nilai yang aktif memberi pertanyaan.
c. Nilai presentator.